Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Umum MUI Kabupaten Bojonegoro KH. Alamul Huda, Kepala BPJS Kesehatan Wahyu Gianto, seluruh pengurus MUI kecamatan se-Kabupaten Bojonegoro, tokoh agama, kiai, dan bu nyai. Acara dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman antara MUI Kabupaten Bojonegoro dan BPJS Kesehatan.
Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat kepedulian, gotong royong, dan perluasan informasi layanan Jaminan Kesehatan Nasional kepada masyarakat. Jaringan MUI, tokoh agama, masjid, majelis taklim, serta lembaga keagamaan diharapkan dapat membantu masyarakat memahami akses, manfaat, hak, dan kewajiban dalam layanan kesehatan.
Ketua Umum MUI Kabupaten Bojonegoro, KH. Alamul Huda, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kerja sama tersebut. Ia menegaskan bahwa pelayanan umat membutuhkan sinergi antara ulama, pemerintah, lembaga pelayanan publik, dan masyarakat.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro, Amanullah, mengapresiasi kolaborasi MUI dan BPJS Kesehatan. Menurutnya, kerja sama antarlembaga perlu terus ditingkatkan untuk menjawab berbagai persoalan sosial keagamaan di Kabupaten Bojonegoro.
“Kolaborasi ini perlu dilanjutkan dalam bentuk program yang nyata. Tokoh agama, pengurus MUI, dan penyuluh agama memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang benar, membangun kepedulian, serta mendampingi masyarakat yang membutuhkan pelayanan,” ungkap Amanullah.
Ia berharap sinergi tersebut tidak berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama dalam memperkuat kesehatan keluarga, perlindungan kelompok rentan, ketahanan keluarga, serta peningkatan kualitas pelayanan umat.
Melalui Program Tasbih JKN, MUI, BPJS Kesehatan, dan Kementerian Agama diharapkan dapat memperluas jangkauan pelayanan yang mudah, ramah, dan bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Bojonegoro.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar