Opening

Selamat Datang Di Website Resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. ===> Kemenag Bojonegoro Apresiasi Kolaborasi MUI dan BPJS Kesehatan melalui Program Tasbih JKN, MUI Bojonegoro dan BPJS Kesehatan Perkuat Kolaborasi Pelayanan Umat melalui Program Tasbih JKN, Pasca MUSDA MUI Kecamatan, Pengurus Harian PD MUI Kabupaten Bojonegoro adakan Rapat Koordinasi, MUI Kecamatan Bubulan Bentuk Kepengurusan Baru Masa Khidmat 2026–2031, Perkuat Sinergi Ulama dan Umara untuk Kemaslahatan Umat. MUSDA MUI Margomulyo 2026: Mengukuhkan Kepemimpinan, Memperkuat Khidmah untuk Umat.

Kemenag Bojonegoro Apresiasi Kolaborasi MUI dan BPJS Kesehatan melalui Program Tasbih JKN

Kerjasama MUI Bojonegoro dengan BPJS Bojonegoro


Bojonegoro, 22 Juli 2026. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro, Amanullah, menghadiri kegiatan Sosialisasi Program Tasbih JKN dan Kolaborasi MUI-BPJS Kesehatan di Kantor MUI Kabupaten Bojonegoro, Jalan Trunojoyo Nomor 7 Bojonegoro.


Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Umum MUI Kabupaten Bojonegoro KH. Alamul Huda, Kepala BPJS Kesehatan Wahyu Gianto, seluruh pengurus MUI kecamatan se-Kabupaten Bojonegoro, tokoh agama, kiai, dan bu nyai. Acara dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman antara MUI Kabupaten Bojonegoro dan BPJS Kesehatan.


Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat kepedulian, gotong royong, dan perluasan informasi layanan Jaminan Kesehatan Nasional kepada masyarakat. Jaringan MUI, tokoh agama, masjid, majelis taklim, serta lembaga keagamaan diharapkan dapat membantu masyarakat memahami akses, manfaat, hak, dan kewajiban dalam layanan kesehatan.


Ketua Umum MUI Kabupaten Bojonegoro, KH. Alamul Huda, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kerja sama tersebut. Ia menegaskan bahwa pelayanan umat membutuhkan sinergi antara ulama, pemerintah, lembaga pelayanan publik, dan masyarakat.


Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro, Amanullah, mengapresiasi kolaborasi MUI dan BPJS Kesehatan. Menurutnya, kerja sama antarlembaga perlu terus ditingkatkan untuk menjawab berbagai persoalan sosial keagamaan di Kabupaten Bojonegoro.


“Kolaborasi ini perlu dilanjutkan dalam bentuk program yang nyata. Tokoh agama, pengurus MUI, dan penyuluh agama memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang benar, membangun kepedulian, serta mendampingi masyarakat yang membutuhkan pelayanan,” ungkap Amanullah.


Ia berharap sinergi tersebut tidak berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama dalam memperkuat kesehatan keluarga, perlindungan kelompok rentan, ketahanan keluarga, serta peningkatan kualitas pelayanan umat.


Melalui Program Tasbih JKN, MUI, BPJS Kesehatan, dan Kementerian Agama diharapkan dapat memperluas jangkauan pelayanan yang mudah, ramah, dan bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Bojonegoro.

Berita Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar