Menuku

Opening

Selamat Datang Di Website Resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. ===> Sambut Kajari Baru, MUI Bojonegoro Dorong Sinergi Hukum dan Harmoni Sosial, Kemenag Bojonegoro Apresiasi Kolaborasi MUI dan BPJS Kesehatan melalui Program Tasbih JKN, MUI Bojonegoro dan BPJS Kesehatan Perkuat Kolaborasi Pelayanan Umat melalui Program Tasbih JKN, Pasca MUSDA MUI Kecamatan, Pengurus Harian PD MUI Kabupaten Bojonegoro adakan Rapat Koordinasi, MUI Kecamatan Bubulan Bentuk Kepengurusan Baru Masa Khidmat 2026–2031, Perkuat Sinergi Ulama dan Umara untuk Kemaslahatan Umat. MUSDA MUI Margomulyo 2026: Mengukuhkan Kepemimpinan, Memperkuat Khidmah untuk Umat.
Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan

 KHITAN - SUCI YANG MENJAGA

Khitan,

bukan sekadar luka kecil yang sembuh.

Bukan sekadar tradisi.

Ia syariat.

Ia cinta Allah pada tubuh hamba-Nya.


Satu-satunya manusia paling beruntung dalam khitan

adalah junjungan kita, Nabi Muhammad SAW.

Beliau tidak dikhitan oleh manusia,

tapi dimuliakan langsung,

dikhitan oleh Malaikat.

Betapa sucinya syariat ini, hingga langit pun turun tangan.


Hikmahnya bukan satu.

Tapi banyak, seluas kasih Allah.


Khitan adalah bersuci.

Bukan hanya mencuci kulit,

tapi mencuci diri.

Tadzkiyatun _nufus 

membersihkan nafsu, membersihkan jiwa.


Karena Rasulullah telah mengingatkan,

muara hidup manusia itu ada pada dua perkara

: urusan perut dan di bawah perut — farji.


Jika keduanya bersih, terjaga, suci,

maka selamatlah jiwa dan raganya.

Jika keduanya kotor, liar, tak terkendali,

maka binasalah akal dan agamanya.


Di sanalah khitan menjaga kita.

Menjaga kebersihan,

menjaga kesehatan,

menjaga kehormatan,

menjaga agar sholat kita sah, doa kita bersih,

tubuh kita layak menghadap Allah.


Wahai anak-anakku generasi muslim,

Semoga dengan khitan ini,

kalian tidak hanya menjadi anak yang sehat raganya,

tapi juga selamat jiwanya.


Menjadi pribadi yang bersih lahir batinnya,

yang menjaga perutnya dari yang haram,

yang menjaga farjinya dari yang tidak halal.

: sebab di situlah pangkal keselamatan.


Semoga luka kecil hari ini,

menjadi kesucian panjang seumur hidup.

Menjadi tanda bahwa kalian telah berserah,

telah taat,

telah menjadi muslim seutuhnya.

Sehat raganya, suci jiwanya.


(Diikutip dari tausiyah dalam Walimatul Khitan oleh: KH. Alamul Huda Masyhur - Sumbertlaseh, 5 Rabiul Akhir 1448 H./16 September 2026 M.)






Hari Anak Nasional dan Krisis Kesiapan Pengasuhan


Oleh: H. Ali Musthofa
Peserta Program Doktor Hukum Keluarga Islam dan Pengurus MUI Kabupaten Bojonegoro

Setiap 23 Juli, kita memperingati Hari Anak Nasional. Anak disebut sebagai amanah, generasi penerus, dan harapan masa depan. Tema Hari Anak Nasional 2026, “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, kembali mengingatkan bahwa kasih sayang harus hadir dalam bentuk perlindungan yang nyata.

H. Ali Musthofa || Masjid Ramah Anak dan Masa Depan Bojonegoro Layak Anak

Oleh: H. Ali Musthofa, M.HI
Sekretaris Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Bojonegoro


Bojonegoro - 26 Juni 2026. Kehadiran anak di masjid sering menghadirkan dinamika tersendiri. Ada anak yang belum mampu duduk tenang.