Selamat datang di halaman resmi Perpustakaan DSN Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bojonegoro. Fasilitas ini kami hadirkan secara khusus sebagai pusat "Khasanah Literasi dan Riset Keislaman" untuk memfasilitasi kebutuhan keilmuan umat, para ulama, santri, cendekiawan, hingga para peneliti. Kehadiran perpustakaan ini merupakan wujud nyata komitmen MUI Bojonegoro dalam merawat tradisi intelektual Islam dan menyediakan sumber rujukan syariat yang otoritatif di tengah dinamika masyarakat.
Tausiyah MUI Jatim
Halaman "Tausiyah MUI Jatim" pada situs web Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bojonegoro ini didedikasikan sebagai pusat informasi dan rujukan bimbingan keagamaan bagi masyarakat. Melalui halaman ini, kami menghimpun serta menyosialisasikan berbagai nasehat, arahan, dan panduan moral (tausiyah) yang secara resmi diterbitkan oleh Dewan Pimpinan MUI Provinsi Jawa Timur. Kehadiran etalase informasi ini merupakan wujud komitmen kami dalam menghadirkan pencerahan keagamaan yang terintegrasi, agar umat senantiasa memiliki pijakan yang kokoh berdasarkan nilai-nilai syariat Islam dalam merespons berbagai dinamika maupun isu-isu terkini di tengah masyarakat.
Pedoman Organisasi
Halaman Pedoman Organisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bojonegoro Provinsi Jawa Timur menyajikan seperangkat aturan, acuan, dan panduan tata kelola tata kerja organisasi yang transparan, akuntabel, dan terstruktur. Ketentuan-ketentuan dalam pedoman ini disusun untuk menjaga ketertiban administrasi, memperkuat koordinasi kepengurusan dari tingkat provinsi hingga daerah, serta memastikan setiap lini keorganisasian berjalan selaras dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) MUI.
JELANG PENGUKUHAN PENGURUS MUI KECAMATAN, PD MUI BOJONEGORO GELAR RAPAT KOORDINASI
Senin, 24 Agustus 2026 | Pimpinan Daerah (PD) MUI Kabupaten Bojonegoro gelar Rapat Koordinasi dan Penerimaan Dana Bantuan Operasional bagi Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan se Kabupaten Bojonegoro.
Acara yang diselenggarakan pada pukul 13.00 dihadiri
langsung oleh KH. Alamul Huda Masyhur, Ketua Umum MUI Kabupaten Bojonegoro, Dr
H. Mundzar Fahman, Wakil Ketua Umum, H. Ali Musthofa, M.HI, Sekretaris Umum dan
beberapa Pimpinan Daerah MUI Kabupaten Bojonegoro termasuk dari unsur perempuan,
serta Ketua Umum dan Bendahara Umum masing-masing MUI Kecamatan se Kabupaten
Bojonegoro.
Kegiatan diawali dengan rapat koordinasi berkaitan dengan pelaksanaan
Pengukuhan Pengurus MUI Kecamatan se Kabupaten Bojonegoro. KH. Alamul Huda
dalam sambutannya menyatakan bahwa setelah dilaksanakannya MUSDA (Musyawarah
Daerah) MUI Kecamatan se Kabupaten Bojonegoro, tiba saatnya dilaksanakan
Pengukuhan Pengurus MUI terpilih sebagai wujud eksistensi organisasi di tengah masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris Umum menyampaikan bahwa kegiatan
Pengukuhan Pengurus MUI Kecamatan direncanakan dilaksanakan pada hari Sabtu, 05
September 2026 berlokasi di Aula Angling Dharma Pemkab Bojonegoro. Adapun unsur
pengurus yang dilantik adalah Dewan Pimpinan MUI Kecamatan, yang meliputi Ketua
Umum dan ketua-ketua, Sekretaris Umum dan sekretaris-sekretaris serta Bendahara
Umum dan bendahara-bendahara, sesuai Pedoman Rumah Tangga (PRT) Majelis Ulama
Indonesia (MUI) yang ada.
Arahan dari Sekretaris Umum MUI Kabupaten Bojonegoro terkait Pengukuhan Pengurus
Dalam kegiatan Pengukuhan Pengurus MUI Kecamatan se Kabupaten
Bojonegoro direncanakan juga akan dilakukan launching website resmi MUI
Kabupaten Bojonegoro sebagai bentuk layanan digitalisasi informasi kepada Masyarakat
sehingga masyarakat yang ingin mendapatkan informasi berkaitan MUI itu sendiri
maupun hal-hal berkaitan keagamaan bisa dengan mudah mengakses di halaman resmi
website MUI Kabupaten Bojonegoro. Selain launcing website, saat
pengukuhan juga akan dilaksanakan penguatan kapasitas manajemen organisasi oleh Sekretaris Umum dan Komisi Organisasi dan Kelembagaan.
Selain koordinasi dengan pengurus MUI Kecamatan, kegiatan
siang itu juga diisi dengan penyaluran dana operasional bagi pengurus MUI Kecamatan
yang ada. Gus Huda, sapaan akrab Ketua Umum MUI Bojonegoro mengatakan “ini
merupakan dana stimulan bagi pengurus MUI Kecamatan, namanya stimulan sifatnya
hanya sebagai pemancing dan penyemangat dalam menjalankan roda organisasi, jadi
jangan dilihat berapa besarnya tapi nilai perjuangan untuk mengabdi bagi ummat sebagai acuannya”.
Semoga pelaksaaan Pengukuhan Pengurus MUI Kecamatan se Kabupaten Bojonegoro masa khidmat 2026-2031 dapat berjalan lancar, penuh berkah dan sesuai harapan.
Sambut Kajari Baru, MUI Bojonegoro Dorong Sinergi Hukum dan Harmoni Sosial
Bojonegoro – 18 Agustus 2026. Ketua MUI Kabupaten Bojonegoro, KH. Alamul Huda, turut hadir dalam penyambutan Kepala Kejaksaan Negeri Bojonegoro yang baru, Mohammad Rohmadi, S.H., M.H., bersama unsur pemerintah, Kemenag, FKUB, DMI, NU, Muhammadiyah, dan sejumlah tokoh masyarakat.
Roudhotu Tholibin Juz VI

Roudhotu Tholibin Juz IV
Roudhotu Tholibin Juz III
Raudhatut Thālibīn wa 'Umdatul Muftīn Juz III merupakan salah satu karya penting Imam an-Nawawi dalam khazanah fikih mazhab Syafi'i. Kitab ini pada dasarnya merupakan ringkasan dari Al-'Azīz Syarḥ al-Wajīz karya Imam ar-Rafi'i, dengan tetap mempertahankan pembahasan fikih secara luas dan sistematis. Juz III memuat berbagai persoalan penting dalam kehidupan bermasyarakat, antara lain jual beli, akad pemesanan, gadai, utang-piutang, kepailitan, perdamaian, obligasi utang, jaminan, perserikatan, hingga akad perkawinan.
Roudhotu Tholibin Juz II
Raudhatut Thālibīn wa 'Umdatul Muftīn Juz II merupakan bagian dari karya monumental Imam an-Nawawi yang menjadi salah satu rujukan penting dalam khazanah fikih mazhab Syafi'i. Kitab ini membahas pembahasan hukum Islam secara sistematis dan mendalam, dengan berbagai persoalan yang berkaitan dengan ibadah dan kehidupan seorang Muslim. Juz II melanjutkan pembahasan fikih dari juz sebelumnya, termasuk persoalan puasa dan berbagai ketentuan yang berkaitan dengannya. Pembahasan Imam an-Nawawi dalam kitab ini juga sering menjadi rujukan dalam menjelaskan persoalan-persoalan fikih yang berkembang di tengah masyarakat.
Roudhotu Tholibin Juz VIII
Roudhotu Tholibin Juz I
Raudhatut Thālibīn wa 'Umdatul Muftīn merupakan salah satu karya monumental dalam khazanah fikih Islam yang disusun oleh Imam an-Nawawi, ulama besar dari mazhab Syafi'i. Kitab ini dikenal sebagai rujukan penting dalam pembahasan hukum-hukum fikih secara mendalam dan sistematis, mencakup berbagai persoalan ibadah dan muamalah. Juz pertama antara lain mengantarkan pembaca pada pembahasan biografi Imam an-Nawawi serta sejumlah bab fikih, seperti thaharah, tayamum, haid, shalat, shalat berjamaah, shalat bagi musafir, shalat Jumat, shalat khauf, hingga berbagai pembahasan shalat lainnya.
Khulasoh Tasawuf Li Hujjatil Islam Al-Ghozali
Kitab At-ta'aruf Li Madzhabi Ahli Tasawuf

Kitab Ta'āruf li Madzhabi Ahli at-Tasawuf merupakan salah satu referensi penting dalam khazanah keilmuan Islam yang mengantarkan pembaca untuk mengenal lebih dekat prinsip, ajaran, dan tradisi keilmuan para ahli tasawuf. Kajian dalam kitab ini dapat menjadi pintu masuk untuk memahami tasawuf secara lebih utuh, tidak semata-mata sebagai dimensi spiritual, tetapi juga sebagai bagian dari perjalanan intelektual dan pembinaan akhlak dalam tradisi Islam.
Fawaid Mukhtaroh
Fawaid Mukhtaroh merupakan salah satu karya keislaman yang memuat berbagai faedah, nasehat, hikmah, dan tutunan yang berkaitan dengan pembinaan hati serta kehidupan seorang muslim. Materinya mencakup berbagai aspek penting, seperti tauhid, akhlak, adab, ibadah, keikhlasan, taubat, halal dan haram, penyakit hati, keutamaan amal, hingga hubungan manusia dengan Allah SWT dan sesama. Kekayaan tema tersebut menjadikan kitab ini sebagai salah satu bahan kajian yang relevan untuk memperluas wawasan sekaligus memperdalam penghayatan terhadap nilai-nilai Islam.
Mi'rojut Tasyawwuf Illa Haqoiqiq Tasawwuf
Mi‘rajut Tasyawwuf ilā Ḥaqā’iqit Taṣawwuf (معراج التشوف إلى حقائق التصوف) merupakan salah satu karya penting dalam khazanah keilmuan tasawuf yang mengajak pembaca untuk memahami hakikat perjalanan spiritual seorang hamba menuju Allah SWT. Judul tersebut dapat dimaknai sebagai “perjalanan untuk menyaksikan dan memahami hakikat-hakikat tasawuf”. Karya ini dikenal sebagai karya Syekh Ahmad bin ‘Ajibah al-Hasani, yang membahas berbagai dimensi tasawuf, khususnya berkaitan dengan pembinaan jiwa, penyucian hati, perjalanan ruhani, serta penghayatan terhadap nilai-nilai ihsan.
Nashoihul Ibad
Nashoihul Ibad merupakan salah satu kitab yang kaya dengan nasihat, hikmah, dan tuntunan akhlak bagi setiap Muslim dalam menjalani kehidupan. Kitab ini menghimpun berbagai nasihat para ulama, ahli hikmah, serta kandungan yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadis, yang mengajak manusia untuk senantiasa memperbaiki hati, memperbanyak amal saleh, menjaga akhlak, dan meningkatkan kedekatan kepada Allah SWT. Kehadirannya menjadi sangat relevan sebagai bahan renungan dalam membentuk pribadi yang berilmu, beramal, dan berakhlak mulia.
Bidayatul Hidayah

Bidayatul Hidayah merupakan salah satu kitab penting karya Imam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali yang berisi tuntunan praktis bagi seorang Muslim dalam menempuh jalan menuju hidayah Allah SWT. Kitab ini memberikan bimbingan mengenai bagaimana seorang hamba mengatur kehidupannya, mulai dari adab bangun tidur, melaksanakan ibadah, menjaga anggota badan, hingga membangun hubungan yang baik dengan Allah SWT dan sesama manusia. Karena itu, Bidayatul Hidayah dapat dipandang sebagai pedoman awal untuk membentuk pribadi Muslim yang disiplin dalam beribadah sekaligus mulia dalam akhlaknya.
Mahiyatut Tashowwuf

Mahiyatut Tashowwuf merupakan pembahasan tentang hakikat dan esensi tasawuf dalam kehidupan seorang Muslim. Tasawuf pada hakikatnya tidak sekadar berbicara tentang amalan-amalan spiritual, tetapi merupakan upaya untuk menata dan membersihkan hati (tazkiyatun nafs), memperbaiki akhlak, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT. Melalui tasawuf, seorang Muslim diarahkan agar tidak hanya memperhatikan kesalehan lahiriah, tetapi juga membangun kesalehan batin berupa keikhlasan, kesabaran, tawakal, zuhud, wara', mahabbah kepada Allah, dan senantiasa menghadirkan kesadaran bahwa setiap aktivitas kehidupan berada dalam pengawasan-Nya.





.jpeg)












