Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Umum MUI Kabupaten Bojonegoro KH. Alamul Huda, Wakil Bupati Bojonegoro Hj. Nurul Azizah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro H. Amanullah, Kapolres Bojonegoro AKBP Yenni Diarty, S.I.K., M.H., unsur Forkopimda, mitra kelembagaan, serta seluruh pengurus MUI Kecamatan se-Kabupaten Bojonegoro.
Selain pengukuhan pengurus, kegiatan dilanjutkan
dengan penguatan kapasitas manajemen organisasi yang disampaikan oleh H. Ali
Musthofa, M.HI selaku Sekretaris Umum MUI Kabupaten Bojonegoro. Dalam
pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya pengurus memahami tata kerja
organisasi, penyusunan program, koordinasi, dokumentasi, dan evaluasi kegiatan.
Para pengurus juga dibekali Buku Panduan Kerja
Pengurus MUI Kecamatan sebagai pedoman dalam menjalankan amanah organisasi. H.
Ali Musthofa menekankan bahwa setelah pengukuhan, prioritas utama pengurus
adalah melakukan konsolidasi internal, menyusun program kerja sesuai kebutuhan
masyarakat, serta membangun sinergi dengan pemerintah kecamatan, KUA, tokoh
agama, dan berbagai elemen masyarakat.
Ketua Umum MUI Kabupaten Bojonegoro KH. Alamul Huda menyampaikan bahwa MUI Kecamatan harus hadir memberikan manfaat nyata bagi umat. Pengurus tidak hanya menjalankan fungsi organisasi, tetapi juga menjadi penghubung antara ulama, masyarakat, dan pemerintah dalam menjawab berbagai persoalan sosial keagamaan.
Kegiatan juga ditandai dengan launching website MUI
Kabupaten Bojonegoro sebagai bagian dari penguatan literasi digital keagamaan
dan peningkatan komunikasi organisasi kepada masyarakat.
Wakil Bupati Bojonegoro Hj. Nurul Azizah
mengapresiasi langkah MUI dalam memperkuat kelembagaan hingga tingkat
kecamatan. Menurutnya, sinergi ulama dan pemerintah menjadi bagian penting
dalam membangun masyarakat Bojonegoro yang religius, harmonis, dan berdaya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar