Menuku

Opening

Selamat Datang Di Website Resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. ===> Sambut Kajari Baru, MUI Bojonegoro Dorong Sinergi Hukum dan Harmoni Sosial, Kemenag Bojonegoro Apresiasi Kolaborasi MUI dan BPJS Kesehatan melalui Program Tasbih JKN, MUI Bojonegoro dan BPJS Kesehatan Perkuat Kolaborasi Pelayanan Umat melalui Program Tasbih JKN, Pasca MUSDA MUI Kecamatan, Pengurus Harian PD MUI Kabupaten Bojonegoro adakan Rapat Koordinasi, MUI Kecamatan Bubulan Bentuk Kepengurusan Baru Masa Khidmat 2026–2031, Perkuat Sinergi Ulama dan Umara untuk Kemaslahatan Umat. MUSDA MUI Margomulyo 2026: Mengukuhkan Kepemimpinan, Memperkuat Khidmah untuk Umat.

TUTORIAL MEMBUKA WEBSITE MUI BOJONEGORO

Al Wara' Imam Hanbali dan Ibnu abi Dunya

al-wara-imam-hanbali-dan-ibnu-abi-dunya
Al-wara’ merupakan salah satu maqām penting dalam pembinaan akhlak dan penyucian jiwa, yang mengajarkan sikap kehati-hatian seorang Muslim dalam menjaga diri dari perkara yang syubhat, terlebih dari sesuatu yang dapat menjerumuskannya ke dalam keharaman. Dalam khazanah keilmuan Islam, nilai al-wara’ tidak sekadar dipahami sebagai sikap meninggalkan sesuatu yang dilarang, tetapi juga sebagai bentuk kesadaran spiritual untuk senantiasa memilih jalan yang paling mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Suluk Abdul Jalil VII

suluk-abdul-jalil-vii

Suluk Abdul Jalil VII merupakan bagian dari khazanah intelektual dan spiritual Islam yang merekam perjalanan batin manusia dalam menapaki jalan pengenalan kepada Allah SWT (ma‘rifatullah). Dalam perspektif tasawuf, suluk tidak semata-mata dipahami sebagai rangkaian ajaran spiritual, melainkan sebagai proses tazkiyatun nafs—penyucian jiwa—yang mengarahkan manusia dari dominasi hawa nafsu menuju kesadaran akan kehambaan, keikhlasan, adab, dan kedekatan kepada Allah SWT.

Suluk Abdul Jalil VI

suluk-abdul-jalil-vi
Suluk Abdul Jalil VI merupakan bagian dari rangkaian kajian yang mengajak pembaca menelusuri dimensi batiniah dalam perjalanan spiritual manusia menuju kedekatan dengan Allah SWT. Dalam perspektif tasawuf, suluk tidak semata-mata dipahami sebagai perjalanan lahiriah, melainkan sebagai proses tazkiyatun nafs—penyucian jiwa—melalui pengendalian hawa nafsu, pembinaan akhlak, pendalaman makrifat, serta penguatan kesadaran akan kehadiran Allah dalam setiap aspek kehidupan.

Suluk Abdul Jalil V

suluk-abdul-jalil-v

 Suluk Abdul Jalil V merupakan bagian dari khazanah intelektual dan spiritual Islam yang merekam perjalanan batin manusia dalam upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam perspektif tasawuf, suluk tidak semata-mata dipahami sebagai rangkaian laku spiritual, melainkan sebagai proses tazkiyatun nafs—penyucian jiwa—yang menuntun seorang hamba untuk menata hati, mengendalikan hawa nafsu, memperhalus akhlak, serta menumbuhkan kesadaran ihsan dalam setiap dimensi kehidupan.

Suluk Abdul Jalil IV

suluk-abdul-jalil-iv

Suluk Abdul Jalil IV merupakan bagian dari ikhtiar intelektual-spiritual dalam memahami dimensi batiniah ajaran Islam melalui jalan tasawuf. Suluk, dalam tradisi keilmuan Islam, tidak semata-mata dipahami sebagai perjalanan spiritual, melainkan sebagai proses tazkiyatun nafs (penyucian jiwa), pembentukan akhlak, dan pendalaman kesadaran seorang hamba dalam relasinya dengan Allah SWT.

Suluk Abdul Jalil III

suluk-abdul-jalil-iii
Suluk Abdul Jalil III merupakan bagian dari khazanah intelektual dan spiritual Islam yang mengantarkan pembaca untuk memahami perjalanan batin manusia dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam perspektif tasawuf, suluk tidak semata-mata dipahami sebagai laku spiritual yang bersifat individual, tetapi juga sebagai proses tazkiyatun nafs—penyucian jiwa—melalui pengendalian hawa nafsu, pendalaman ilmu, penguatan adab, serta penghayatan terhadap nilai-nilai ketauhidan.

Suluk Abdul Jalil II

suluk-abdul-jalil-ii

Suluk Abdul Jalil II merupakan bagian dari khazanah pemikiran spiritual Islam yang merefleksikan perjalanan batin manusia dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kandungan suluk tidak semata-mata berbicara tentang dimensi lahiriah kehidupan, tetapi juga mengajak manusia melakukan muhasabah, penyucian jiwa (tazkiyatun nafs), serta pengendalian hawa nafsu sebagai jalan menuju kematangan spiritual dan pengenalan yang lebih mendalam kepada Sang Khaliq.

SEJARAH MUI KABUPATEN BOJONEGORO DARI MASA KE MASA

sejarah-mui-kabupaten-bojonegoro-dari-masa-kemasa

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bojonegoro merupakan bagian penting dari perjalanan kehidupan keislaman masyarakat Bojonegoro. Kehadiran MUI tidak terlepas dari kuatnya tradisi keagamaan yang tumbuh melalui pesantren, masjid, madrasah, majelis taklim, serta berbagai organisasi kemasyarakatan Islam seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, LDII, dan organisasi Islam lainnya.