Opening

Selamat Datang Di Website Resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. ===> Kemenag Bojonegoro Apresiasi Kolaborasi MUI dan BPJS Kesehatan melalui Program Tasbih JKN, MUI Bojonegoro dan BPJS Kesehatan Perkuat Kolaborasi Pelayanan Umat melalui Program Tasbih JKN, Pasca MUSDA MUI Kecamatan, Pengurus Harian PD MUI Kabupaten Bojonegoro adakan Rapat Koordinasi, MUI Kecamatan Bubulan Bentuk Kepengurusan Baru Masa Khidmat 2026–2031, Perkuat Sinergi Ulama dan Umara untuk Kemaslahatan Umat. MUSDA MUI Margomulyo 2026: Mengukuhkan Kepemimpinan, Memperkuat Khidmah untuk Umat.

Empat Kecamatan Sukses Gelar MUSDA|| MUI Bojonegoro Perkuat Konsolidasi Organisasi Hingga Akar Rumput



Bojonegoro – Selasa, 12 Mei 2026. Komitmen untuk memperkuat peran ulama dalam membina umat dan menjaga harmoni kehidupan masyarakat terus diwujudkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bojonegoro.

Melalui pelaksanaan Musyawarah Daerah (MUSDA) di berbagai kecamatan, MUI Bojonegoro melakukan konsolidasi organisasi sekaligus regenerasi kepemimpinan guna menyongsong masa khidmat 2026–2031.

Hingga pertengahan Mei 2026, sedikitnya empat kecamatan, yakni Kecamatan Baureno, Kalitidu, Bojonegoro, dan Dander, telah sukses menyelenggarakan MUSDA dan menetapkan kepengurusan baru yang akan mengemban amanah organisasi selama lima tahun ke depan.

Pelaksanaan MUSDA di masing-masing kecamatan berlangsung dengan suasana penuh kekeluargaan, semangat musyawarah, dan komitmen kuat untuk memperkuat pelayanan keumatan di tengah berbagai tantangan sosial yang semakin kompleks.

Regenerasi Kepemimpinan di Empat Kecamatan

Berdasarkan hasil MUSDA yang telah dilaksanakan, forum menetapkan sejumlah tokoh sebagai pemimpin baru MUI di tingkat kecamatan.

Di Kecamatan Baureno, forum menetapkan KH. Sohib Romdoni sebagai Ketua Dewan Pertimbangan dan K. Moh. Zainul Qirom, S.H. sebagai Ketua Umum Harian MUI Kecamatan Baureno.

Sementara itu, MUSDA Kecamatan Kalitidu menetapkan KH. Abdur Rokhim sebagai Ketua Dewan Pertimbangan dan KH. Q. Maslahan Masyhad sebagai Ketua Umum Harian.

Di Kecamatan Bojonegoro, amanah Ketua Dewan Pertimbangan diberikan kepada KH. Abdul Aziz Ahmad, sedangkan posisi Ketua Umum Harian dipercayakan kepada KH. Auliyaur Rohim, M.Hum., M.M.

Adapun di Kecamatan Dander, forum menetapkan Teguh Wibowo, S.H., M.H. sebagai Ketua Dewan Pertimbangan dan KH. Bardam Abdun Nasir, S.Pd. sebagai Ketua Umum Harian MUI Kecamatan Dander.

Terpilihnya para tokoh tersebut diharapkan mampu menghadirkan energi baru dalam memperkuat dakwah, pembinaan umat, serta sinergi dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat di wilayah masing-masing.

MUSDA Bukan Sekadar Agenda Organisasi

Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Bojonegoro, KH. Alamul Huda Masyhur, menegaskan bahwa MUSDA tidak boleh dipahami hanya sebagai proses pergantian kepengurusan semata.

Menurut beliau, MUSDA merupakan momentum strategis untuk memperkuat peran ulama dalam membimbing umat, menjaga persatuan, serta merawat harmoni sosial di tengah masyarakat.

“MUSDA bukan hanya agenda organisasi, tetapi juga momentum untuk memperkuat peran ulama dalam membimbing umat dan menjaga harmoni kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya.

Gus Huda berharap kepengurusan baru mampu menghadirkan program-program yang benar-benar menyentuh kebutuhan umat, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, lembaga keagamaan, dan seluruh komponen masyarakat.

Beliau juga menegaskan bahwa ulama memiliki tanggung jawab besar sebagai perekat persatuan dan penyejuk di tengah berbagai dinamika sosial yang berkembang di masyarakat.

Sinergi Ulama dan Pemerintah untuk Bojonegoro yang Lebih Baik

Pelaksanaan MUSDA juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah. Dalam salah satu forum MUSDA, Camat Bojonegoro, David Yudha Prasetya, S.T., M.T., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang berlangsung secara demokratis dan penuh semangat kebersamaan.

Menurutnya, keberadaan MUI memiliki posisi yang sangat strategis dalam menjaga kondusivitas wilayah, memperkuat moral masyarakat, dan membangun kerukunan antarwarga.

Ia berharap hubungan harmonis yang selama ini terjalin antara ulama dan pemerintah dapat terus diperkuat sebagai modal utama dalam mendukung pembangunan daerah yang religius, aman, dan sejahtera.

Meneguhkan Khidmah untuk Umat dan Bangsa

Pelaksanaan MUSDA di berbagai kecamatan menjadi bukti bahwa MUI Bojonegoro terus bergerak melakukan penguatan organisasi hingga ke tingkat akar rumput. Langkah ini penting agar pelayanan keagamaan, pembinaan umat, dan dakwah Islam dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan efektif.

Melalui kepengurusan baru yang telah terbentuk, MUI diharapkan semakin kokoh menjalankan perannya sebagai Khadimul Ummah (pelayan umat) dan Shadiqul Hukumah (mitra pemerintah), sebagaimana semangat yang terus digaungkan dalam setiap MUSDA.

Lebih dari sekadar pergantian kepemimpinan, rangkaian MUSDA ini menjadi ikhtiar bersama untuk menyiapkan organisasi yang semakin kuat, responsif, dan hadir di tengah masyarakat. Sebab ketika ulama, umara, dan seluruh elemen bangsa berjalan beriringan, maka cita-cita mewujudkan Kabupaten Bojonegoro yang bahagia, makmur, dan membanggakan akan semakin dekat untuk diwujudkan.

Berita Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar