Mengusung tema “Meneguhkan Peran Ulama sebagai Khadimul Ummah dan Shadiqul Hukumah untuk Masyarakat Bojonegoro Bahagia, Makmur, dan Membanggakan,” MUSDA dihadiri oleh jajaran pengurus MUI tingkat kecamatan dan desa, Camat Balen, Kepala KUA, unsur Forkopimcam, pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, serta para pengasuh pondok pesantren di wilayah Kecamatan Balen.
Lebih dari sekadar agenda organisasi, MUSDA menjadi ruang musyawarah para ulama dan tokoh masyarakat dalam memperkuat peran strategis MUI sebagai pelayan umat sekaligus mitra pemerintah dalam menjaga kehidupan masyarakat yang harmonis, religius, dan berkeadaban.
Menentukan Arah Perjuangan Lima Tahun Mendatang
Selama pelaksanaan sidang, peserta MUSDA tidak hanya melakukan evaluasi terhadap program kerja yang telah dijalankan, tetapi juga membahas berbagai tantangan keumatan yang terus berkembang seiring perubahan zaman. Dengan mengedepankan prinsip musyawarah mufakat sebagaimana diamanatkan dalam Pedoman Dasar dan Pedoman Rumah Tangga MUI Tahun 2025, seluruh rangkaian persidangan berlangsung tertib, demokratis, dan penuh suasana kekeluargaan.
Forum kemudian membentuk Tim Formatur yang diberi amanah untuk menyusun kepengurusan baru MUI Kecamatan Balen Masa Khidmat 2026–2031. Proses tersebut menjadi bagian penting dalam regenerasi kepemimpinan sekaligus upaya menjaga kesinambungan perjuangan organisasi.
Kepengurusan Baru Resmi Ditetapkan
Berdasarkan hasil rapat formatur, MUSDA menetapkan Drs. KH. Mulazim, M.Pd sebagai Ketua Dewan Pertimbangan dan KH. Hilmi Al Djumadi sebagai Ketua Umum Harian MUI Kecamatan Balen Masa Khidmat 2026–2031.
Penetapan kepemimpinan baru tersebut disambut penuh harapan oleh seluruh peserta forum. Amanah yang diberikan tidak hanya menjadi kepercayaan organisasi, tetapi juga tanggung jawab besar untuk terus membimbing umat, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Ketua MUI Kabupaten Bojonegoro: Ulama Harus Menjadi Pelayan Umat dan Mitra Pemerintah
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Bojonegoro, KH. Alamul Huda Masyhur, menyampaikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan MUSDA yang berlangsung lancar, tertib, dan penuh semangat kebersamaan.
Beliau menegaskan bahwa peran ulama pada era saat ini semakin strategis. Ulama tidak hanya berfungsi sebagai pembimbing umat dalam urusan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial, memperkuat persatuan, dan mendukung pembangunan daerah.
Menurutnya, tema MUSDA tahun ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Ulama dituntut hadir sebagai khadimul ummah atau pelayan umat yang senantiasa mendampingi masyarakat, sekaligus sebagai shadiqul hukumah, yakni mitra pemerintah yang memberikan dukungan, masukan, dan solusi demi terwujudnya kehidupan yang lebih baik.
Beliau juga berharap kepengurusan baru mampu menjalankan amanah organisasi secara profesional, memperkuat sinergi dengan pemerintah serta seluruh elemen masyarakat, dan menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi umat.
Momentum Memperkuat Ukhuwah dan Menjawab Tantangan Zaman
Berakhirnya MUSDA MUI Kecamatan Balen Tahun 2026 menandai dimulainya babak baru perjalanan organisasi dalam mengemban misi dakwah, pembinaan umat, dan pelayanan sosial keagamaan. Di tengah tantangan kehidupan modern yang semakin kompleks, peran ulama dituntut semakin responsif, adaptif, dan solutif.
MUSDA ini menjadi bukti bahwa semangat musyawarah dan persatuan tetap menjadi fondasi utama dalam membangun organisasi yang kuat dan berwibawa. Dengan kepengurusan baru yang telah terbentuk, MUI Kecamatan Balen diharapkan mampu terus menjaga marwah ulama, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menjadi garda terdepan dalam mewujudkan masyarakat yang religius, harmonis, dan sejahtera.
Pada akhirnya, MUSDA bukan hanya tentang pergantian kepemimpinan, melainkan tentang melanjutkan estafet perjuangan. Sebuah ikhtiar bersama agar MUI senantiasa hadir di tengah umat, menjadi penyejuk kehidupan, penjaga moral bangsa, dan mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Bojonegoro yang bahagia, makmur, dan membanggakan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar